SIARAN PERS: Tidak Ada Perdamaian Dalam Ketidakadilan Iklim

TEXT (Para)

SIARAN PERS – GREENFAITH INDONESIA

Tidak Ada Perdamaian Dalam Ketidakadilan Iklim. Panggilan Pemimpin Agama Untuk Menghentikan Proyek Bahan Bakar Fosil.

Bumi rumah kita bersama sedang terancam oleh kiamat ekologi akibat perlakuan manusia terhadap alam semesta yang melampui niat Tuhan mencipta alam ini. Kiamat ekologi berujung pada konflik antar umat dalam perebutan sumber daya alam sehingga sulit bagi pemimpin agama dalam mewujudkan perdamaian di muka bumi.

Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom dalam kegiatan Konferensi Internasional untuk Perdamaian di Jakarta, mengatakan “Pandemi (COVID-19) yang lalu, seharusnya mengingatkan kita bahwa kekerasan terhadap alam harus dihentikan.”

Pdt. Gomar Gultom melihat eksploitasi alam juga membawa penderitaan bagi masyarakat adat yang terabaikan haknya atas tanah dan alam sekitar. Sistem ekonomi dan hukum yang ada cenderung hanya melindungi kepentingan investor, sehingga hak asasi manusia menjadi terpinggirkan. Kegagalan negara mengatasi ketidakadilan ini adalah bentuk kegagalan agama mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keadilan.

“Kehadiran agama hanya dalam peran minimalis, berupa ritual ibadah, hanya tinggal retorika, dan rumusan dogmatis yang jauh dari langkah praktis dan strategis,” tegasnya.

Direktur Eksekutif GreenFaith, Fletcher Harper menegaskan perlunya pelibatan aktif dan gerakan sosial kelompok lintas iman untuk menghentikan proyek bahan bakar fosil, akses pada energi bersih, green jobs – pekerjaan ramah lingkungan, dan pembiayaan atas kehilangan dan kerusakan akibat perubahan iklim.

“Saatnya untuk menengok kembali pada ajaran agama dalam kitab suci yang mengajak kita untuk melindungi alam sebagai bagian dari identitas keagamaan kita. Pelibatan aktif dan gerakan sosial dalam kelompok keagamaan menjadi salah satu kekuatan solusi dalam mengatasi krisis iklim.”

Fletcher mengutip Surat An- Nahl ayat 65 yang berarti “Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengannya (air itu) Allah menghidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mendengarkan (pelajaran dengan perhatian dan penghayatan).

Tanggung jawab umat adalah untuk menjaga apa yang dititipkan Tuhan kepadanya. GreenFaith sebagai kelompok lintas iman untuk keadilan iklim membawa suara-suara dari masyarakat paling terdampak dari kerusakan alam akibat bahan bakar fosil dalam kampanyenya.

Direktur Program GreenFaith, Meryne Warah menambahkan “tugas pemimpin agama adalah membawa dan menjaga nilai-nilai moral. Jika agama bicara harmoni, bagaimana kita bisa hidup dalam harmoni, jika rakyat di depan mata menderita karena bahan bakar fosil? Dampak kerusakan alam tidak pilih umat mana yang akan menderita, karena itu umat beragama harus aktif menghentikan kerusakan alam.”

Konferensi ini dihadiri tim GreenFaith yaitu Hening Parlan, Koordinator GreenFaith Indonesia dan Nana Firman sebagai Senior Ambassador GreenFaith. Organisasi lintas iman untuk keadilan iklim ini,    mengangkat suara dari akar rumput sebagai bagian dari mobilisasi global yang salah satunya akan dilaksanakan pada acara Faiths for Climate Justice di pekan pertama bulan Mei 2024.

Konferensi Internasional Perdamaian yang dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai negara dan lintas iman ini menghasilkan pernyataan bersama untuk membentuk perdamaian dan komunitas yang inklusif. Di antara kesepakatan bersama itu adalah mengeksplorasi teks dan ajaran agama untuk mempromosikan keadilan dan perdamaian termasuk perlindungan terhadap alam. Konferensi juga bersepakat untuk membangun masyarakat adil secara lingkungan melalui pendidikan terhadap umat dari berbagai usia, menghijaukan fasilitas keagamaan dan kehidupan umant, serta mengadvokasi pemimpin politik untuk menjalankan kesepakatan internasional untuk lingkungan, dan berpartisipasi dalam gerakan masyarakat sipil untuk iklim.

 

Narahubung – Nita Roshita, Media Strategies GreenFaith Indonesia (nita@greenfaith.org / 087878410107)